
Tan Malaka
Ditambahkan oleh pemilik: Perpusta Official
Pemilik perpustakaan: Perpusta Official
Gabung perpustakaan ini untuk bisa meminjam buku.
“Madilog” karya Tan Malaka adalah magnum opus filsafat Indonesia yang berusaha mengganti cara berpikir mistis dengan metode ilmiah berbasis materialisme, dialektika, dan logika. Ditulis pada masa pendudukan Jepang (1942–1943), buku ini menjadi senjata intelektual untuk membebaskan bangsa dari belenggu takhayul menuju kesadaran rasional. Resensi buku ini berangkat dari konteks sejarah yang sangat penting. Tan Malaka menulis Madilog dalam persembunyian, menggunakan nama samaran Iljas Hussein, di tengah ancaman aparat Jepang. Kondisi penulisan yang penuh keterbatasan justru memperlihatkan keteguhan intelektualnya: ia menulis lebih dari 500 halaman tanpa akses luas ke referensi, hanya mengandalkan ingatan dan catatan kecil dari pengembaraannya. Hal ini menjadikan Madilog bukan sekadar karya filsafat, tetapi juga simbol perjuangan seorang revolusioner yang menempatkan nalar sebagai fondasi kemerdekaan. Isi buku menekankan tiga gagasan utama. Materialisme menegaskan bahwa kehidupan sosial dan politik ditentukan oleh kondisi nyata, bukan kekuatan supranatural. Dialektika digunakan untuk memahami perubahan masyarakat melalui pertentangan dan konflik. Logika menjadi dasar berpikir runtut, sistematis, dan berbasis fakta. Ketiga konsep ini dipadukan untuk membangun kesadaran kritis rakyat Indonesia, agar perjuangan kemerdekaan tidak lagi didominasi oleh “logika mistis” yang dianggap menghambat kemajuan. Keunggulan Madilog terletak pada keberanian Tan Malaka mengkritik pola pikir masyarakat Indonesia kala itu. Ia menolak fatalisme dan takhayul, lalu menawarkan sains sebagai jalan pembebasan. Buku ini juga memiliki nilai historis tinggi karena menunjukkan bahwa pemikiran filsafat kritis berkembang di Indonesia, bukan hanya di Barat. Namun, keterbatasan tetap ada: gaya bahasa yang panjang dan berat, dipengaruhi Melayu lama, membuatnya sulit diakses pembaca awam. Selain itu, beberapa contoh sejarah terasa jauh dari konteks modern, sehingga pembaca masa kini perlu melakukan penyesuaian. Secara keseluruhan, Madilog adalah karya monumental yang menggabungkan filsafat dengan realitas perjuangan bangsa. Ia bukan hanya teks akademis, melainkan proyek transformasi mental untuk menciptakan “manusia merdeka” yang berpikir rasional. Bagi pembaca Indonesia, buku ini tetap relevan sebagai pengingat bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya politik, tetapi juga kebebasan berpikir. Kondisi buku ada bercak-bercak kuning di beberapa lembar
Hanya pembaca yang sudah mengembalikan buku ini yang dapat memberi ulasan terverifikasi.
Pinjam dan kembalikan buku ini untuk dapat memberikan ulasan terverifikasi.
Belum ada ulasan
Ulasan terverifikasi akan muncul setelah pembaca mengembalikan buku.
Bergabung sebagai anggota perpustakaan untuk ikut berdiskusi.
Belum ada diskusi
Jadilah yang pertama memulai percakapan tentang buku ini.
Masuk untuk melihat detail buku lengkap
Buat akun atau masuk untuk membaca deskripsi, ulasan, dan diskusi buku ini.